Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 21 Oktober 2015

Bolehkah saya melihat isi dompet anda ......

Dompet mungkin salah satu barang paling pribadi yang kita miliki, karena di situlah jati diri dan identitas kita tersimpan rapat. KTP, SIM, Kartu Kredit, Kartu ATM dan (mungkin juga) secuil kertas catatan hutang he...he...he..., bahkan mungkin juga secarik kertas berisi daftar password yang seringkali susah kita ingat-ingat. Saking pribadinya, adalah tabu bagi kita untuk membuka-buka dompet orang lain, pun seandainyapun itu milik sahabat karib kita. Saya yakin andapun akan merasa jengah dan tidak nyaman kalau saja ada seseorang yang minta ijin untuk membuka-buka dompet anda.


Tapi pernahkah anda sadari bahwa kita seringkali membeberkan "isi dompet" kita secara sukarela kepada masyarakat umum? bahkan kepada orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun, terutama dalam aktifitas kita di dunia maya. Tentu bukan dompet kita yang sesungguhnya, melainkan segala identitas diri kita. Coba kita ingat-ingat, berapa kali kita memasukkan data diri pada form-form online, mulai dari yang (hampir pasti) alamat e-mail, akun facebook maupun medsos yang lain, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nomor telepon maupun data-data pribadi lainnya. Belum lagi tulisan-tulisan yang kita posting sendiri, yang mungkin menceritakan tentang keluarga kita, bos kita, gebetan kita de el el.

Memang, adakalanya kita harus memasukkan data-data tersebut untuk suatu alasan yang penting dan serius, tapi sekali lagi mari kita coba mengingat berapa sering kita memberikan data-data tersebut sekedar agar bisa mendownload e-book gratisan, game gratisan, software bajakan, mengisi kuesioner online berhadiah voucher berupa "link download" dan hal-hal gak penting lainnya. Bahkan adakalanya data kita terumbar begitu saja karena dorongan untuk "eksis" di sosmed, instagram dan kawan-kawannya. Sadarkah anda bahwa memposting kegiatan "liburan sekeluarga" mengindikasikan bahwa rumah anda sekarang sedang kosong, memudahkan orang untuk menggarongnya. Tahukah anda bahwa memposting boarding pass tanpa editing sangat berbahaya karena dari barcode di pass tersebut banyak data-data kita yang bisa digali?
Sadarkah kita bahwa rajin-rajin update status (otw to xxx mall, sedang makan di resto yyy, lagi cangkrukan di zzz) memudahkan orang untuk memetakan pola aktifitas harian kita?

Itu sekedar gambaran tentang sekelumit aktifitas yang tanpa kita sadari bisa membuka jati diri kita kepada orang-orang yang tidak kita kenal.  NOTE: Silakan apabila anda mau menambahkan aktifitas-aktifitas lain yang beresiko di komentar, sebagai bahan pengingat dan pembelajaran.

Jadi... marilah kita mulai aware dengan aktifitas kita di dunia maya. Langkah awal bisa kita mulai dengan memisahkan e-mail kita antara e-mail yang kita gunakan untuk sesuatu yang serius dengan e-mail untuk hal-hal iseng. Selanjutnya ......... terserah anda





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About