Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 02 Oktober 2015

Mengamankan Data Penting

Amankah data-data penting anda????

Sebelum kita lanjutkan pembahasan ini, marilah kita batasi kata "aman" di sini dalam konteks aman dari kehilangan/kerusakan data saja. OK ya.....

Seringkali kita, terutama yang mempunyai komputer pribadi, mendapatkan rasa aman yang semu bahwa data-data di komputer kita aman untuk selamanya dan akan selalu bisa kita akses kapanpun kita mau tanpa ada masalah. Tapi benarkah...?


Perlu kita sadari lagi bahwa media penyimpanan apapun (harddisk, flashdisk, keping CD/DVD, dll) semua bisa rusak. Dan memang produsenpun biasanya sudah memberi perkiraan berapa lama media tersebut diharapkan dapat berfungsi dengan baik, kalau saja kita mau mencari-cari informasinya. Jadi jangan pernah berasumsi bahwa data kita akan aman selamanya. Belum lagi kalau komputer kita terkena virus, error dsb. Jadi bagaimana mengamankan data kita?

Pertama:
Untuk data di komputer, biasakan untuk menyimpan data di DRIVE yang berbeda dari DRIVE system/OS. Misalkan kita menginstall OS windows di C: dan file data kita simpan di D:
Tujuan utamanya adalah memudahkan kita apabila sewaktu-waktu sistem operasi error sehingga harus kita install ulang, maka kita tidak perlu repot membackup data terlebih dahulu.
Kalau komputer kita sudah terlanjur hanya punya 1 drive (C: saja) kita masih bisa memecah drive tersebut menjadi 2 dengan menggunakan "disk management" atau menggunakan aplikasi pihak ketiga: partition magic, partition manager, dsb. (untuk tutorial dan link downloadnya silakan googling aja dulu ya...)

Kedua:
Untuk file-file penting, bisa kita simpan backupnya dalam bentuk arsip yang solid (file tunggal). Bisa kita kompress menjadi file.zip atau file.rar dan sejenisnya. Kalau memang rahasia, pada waktu mengkompresi bisa kita tambahkan password untuk membuka (hati-hati, jangan sampai passwordnya lupa). Lebih baik lagi kalau kita simpan dalam format ISO. Bisa juga setelah di.rar atau di.zip baru kita simpan dalam format ISO. Tujuannya adalah agar file arsip kita lebih tahan dari serangan virus, karena seringkali apabila file kita terinfeksi virus, proses pembersihan yang dilakukan anti virus akan merusak file tersebut sehingga tidak bisa dibaca lagi.

Mengkompresi bisa menggunakan program winzip, winrar, 7zip dsb. Sedangkan untuk mengubah ke format ISO bisa menggunakan nero, ultraISO, powerISO dsb. (tutorial n link googling aja ya)

Ketiga:
Simpan file-file penting tersebut di beberapa tempat. Bisa berupa arsip solid/ISO  yang kita dapatkan dari langkah kedua yang kita simpan. Bisa di media eksternal (Harddisk eksternal, flashdisk, diburning ke CD/DVD, dsb), atau kita titipkan ke komputer lain sepanjang memungkinkan dan mudah kita akses. Bisa komputer kantor, teman, kakek, nenek, tante, dan ponakan-ponakan he...he..

Keempat:
Simpan file-file penting tersebut di layanan penyimpanan online (file sharing/clouds). Bisa menggunakan ziddu, dropbox, google drive, skydrive, filehippo dll. (cara penggunaan dan alamat situsnya silakan googling ya). Atau kalau file yang mau disimpan berupa dokumen bisa di scribd dll.

Beberapa kelebihan penyimpanan secara online ini adalah:
1. Sebagai arsip/backup data pribadi anda.
2. Seandainya kita membutuhkan file tersebut sedangkan kita lupa membawa file tersebut/ membawa komputer pribadi kita, kita masih bisa mengaksesnya dengan sembarang komputer yang bisa kita pakai asalkan ada koneksi internet.
3. Apabila kita butuh mengirimkan file tersebut ke orang lain, jauh lebih mudah dan cepat apabila kita mengirimkan link download tempat file itu kita simpan ke orang tersebut daripada mengirimkan langsung via e-mail, terutama kalau file-file tersebut berukuran besar.
4. Kalau anda bersedia menmpublikasikan file tersebut anda bisa mendapatkan imbalan walaupun tidak besar. Beberapa situs file sharing akan membayar anda tiap kali file anda didownload pengguna lain.

Sekian dan terima kasih......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About