Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 07 Januari 2018

Siti Fatimah, Single Mother Dengan Anak Penuh Prestasi




 Kami bertemu untuk kedua kalinya di mushola UNMUH Jember ketika mengantar anak-anak kami mengikuti JMSC (Jember Mathematic And Science Competition).  Saat itu menjelang ISHOMA, dan hasil final akan diumumkan 1 jam lagi.
 
“Tahu nggak tadi aku kesininya bagaimana?  Nebeng Alphard Mamanya Zahra. Hotelnya juga dibayarin sama dia.” katanya langsung.  Masih agak terengah-engah karena memang punya riwayat  asma dan wajah basah oleh air wudlu dia melanjutkan cerita, “Sik, aku tak sholat dulu ya, habis ini dilanjut.” Kami berpisah untuk menunaikan sholat.

Minggu, 26 November 2017

Mendidik Anak Secara Berjamaah

"Bagaimana kabar para anak wedok, apa sudah pada bangun?" Sapa salah seorang wali murid di salah satu WAG kami. Pertanyaan itu bagi orang lain mungkin biasa saja, tapi bagi yang tahu beliau rasanya agak lucu juga karena kedua anaknya laki-laki semua. Pertanyaan itu diajukan setelah Ibu ini mengawal anak-anak berbakat SD Luqman Al Hakim Surabaya mengikuti  Olimpiade Matematika Anak Bangsa di Universitas Katholik Widya Mandala Madiun.

Tapi kami yang merasa punya anak perempuan saling menyahut dengan gembira. "Aura baru saja bangun, Bu. Habis sholat subuh langsung tidur lagi."
"Sama, Safira juga baru bangun. Resa sama Tamam masuk sekolah?"
"Una malah belum bangun, rencana dibangunin dzuhur, biar dipuas-puasin tidurnya." 

Rabu, 21 Juni 2017

Baru Seumur Jagung, Rumah Bo2 Dipercaya Membina Wakil Jatim Untuk OSN Pekanbaru

Umurnya memang bisa dibilangbaru beberapa bulan,  tapi julukan Rumah Bo2 Medeni yang selama ini disematkan oleh para master olimpiade Jawa Timur sepertinya bukan pepesan kosong. Lihat saja kompetisi VMO kemarin. Rumah Bo2 Surabaya bisa dibilang menambang emas disana, lewat Arafa (BAS Tuban), Una (Luqim Surabaya), Timothy (petra 7 Surabaya), Haizun (Luqim Surabaya), Rayyan (Al Ahzar Surabaya), Aldyto (Luqim surabaya) dan Stella (SD Godwin Surabaya).

Kamis, 15 Juni 2017

Monica Menemukan Tuhan Di Negeri Tak Berketuhanan (Bagian 1)


Jujur saja lidah ini masih merasa asing ketika menyebut nama Monica. Aku masih terlalu familiar dengan nama Winarti yang kukenal sejak kami masih kelas 1 SD. Apalagi nama Monica ditambahkan ketika dia menginjak SMA, sebagai nama baptisnya. Dan ketika itu saya masih terkaget-kaget karena sekarang kami tidak lagi seagama. Rasanya kikuk, bingung harus bersikap apa. Untung saja lidah ini sampai sekarang bisa ditahan untuk tidak berkata semena-mena.

Monica Winarti mungkin hanyalah salah satu dari sedikit orang yang rela mempertaruhkan apa saja demi memperoleh pendidikan yang layak. Sebenarnya definisi pendidikan yang layak di kampung kami di Blitar tidaklah tinggi-tinggi amat, cukup sampai SMA saja. Tapi bagi petani kecil seperti bapakku, penjual tahu seperti bapak Winarti ini, juga para orang tua yang sehari-hari jadi buruh tani, tukang bangunan yang tidak selalu dapat kerjaan, mengantarkan anak-anaknya hingga lulus SMA adalah mimpi-mimpi yang tak akan pernah tercapai. Pungguk merindukan bulan adalah peribahasa nyata di desa kami.

Selasa, 06 Juni 2017

Berkenalan Dengan Aldyto Rafif Abhinaya, Double Winner Juara 1 OSN Jatim dan Juara 2 KSM Jatim



Tahun ini SD Integral Luqman Al Hakim Surabaya diberkahi Allah dengan begitu banyak prestasi di berbagai bidang. Memborong banyak medali di berbagai olimpiade matematika dan IPA, menyandang gelar juara umum di beberapa kompetisi, menjadi juara di bidang panahan, kasti maupun tahfidz Qur’an dan bahkan memborong medali  pada KMNR12 kemarin.


Tapi tentu saja tak ada yang lebih membanggakan selain berhasil meloloskan salah satu siswanya menuju OSN tingkat nasional ke Pekanbaru, Riau, Bulan Juli mendatang. Dialah Aldyto Rafif Abhinaya, yang awalnya menjadi runner up OSK tingkat kota Surabaya tapi kemudian justru melejit menjadi juara 1 OSP tingkat Jawa Timur dan menjadi salah satu wakil Jawa Timur menuju OSN tingkat nasional.
 

Blogger news

Blogroll

About