Mendengarkan kisah para Ibu dengan anak yang kehadirannya tidak diharapkan sungguh menyesakkan dada. "Sudah berbagai cara kulakukan buat menggugurkan dia, Mbak. Ya obat, ya jamu, ya olah raga keras, dia tetap aja nggak mau rontok." ceritanya sambil memandang sengit anaknya yang masih balita. Si anak yang sedang bermain tidak tahu salah apa dia kok ibu memandangnya dengan penuh kebencian.
Kejadian itu sudah lama berlalu, si anak kini sudah menjadi ABG, umur 16 -17 tahunlah kira-kira. Dia jadi salah satu dari beberapa kisah unwanted children yang pernah diceritakan ibunya padaku. Dan karena paparan obat yang berlebihan dalalm kandungan, ada yang kemudian terlahir normal secara fisik tapi intelegensianya sangat rendah, ada pula yang secara fisik dan intelektualnya normal tapi perilakunya bermasalah.
Minggu, 21 Mei 2017
Unwanted Children: Ketika Kehadirannya Tidak Direncanakan
Senin, 08 Mei 2017
Mematuhi PETUAH Para Master Olimpiade di Rumah Bo2 Surabaya
Bagaimana anak-anak pintar matematika berperilaku ketika pelajaran berlangsung? Bisa dibayangkan kan betapa antusias mereka? Dan bagaimana jika anak-anak pintar matematika se Jawa Timur dikumpulkan dalam satu kelas? Bisakah anda membayangkan betapa "hidup" kelas mereka? Apakah mereka akan serius dan fokus sepanjang pelajaran? Ataukah mereka akan kritis, aktif dan ngeyelan terhadap gurunya? Adakah yang mengantuk atau melamun selama pelajaran berlangsung? Kalau anda penasaran, mungkin bisa dilihat pada Pelatihan Sabtu Ahad (Petuah) yang dilaksanakan hari Sabtu - Munggu tanggal 6 - 7 Mei kemarin.
Rabu, 26 April 2017
Antusiasme Anak-Anak SD Jatim Mengikuti HIMSO
Kalau kita
tinggal di kota besar, akan sangat mudah menemukan bermacam-macam lomba untuk
memenuhi hasrat berkompetisi. Hampir di setiap institusi punya kegiatan lomba
dan olimpiade. Dan semua siswa bisa memanfaatkan moment tersebut.
Tapi
bayangkan jika anda berada di ujung barat Jawa Timur, di kota kecil Pacitan
yang terisolir dan sangat sulit akses masuknya. Atau siswa dari ujung timur
pulau Jawa, Kota Banyuwangi. Atau bahkan siswa dari ujung pesisir utara Pulau
Madura. Tentu mengikuti olimpiade adalah hal yang sangat mewah bagi mereka.
Senin, 24 April 2017
Mengajari Anak Kita Pentingnya Menjaga Lingkungan
Hari Sabtu, 25 Maret 2017 kemarin menjadi hari yang spesial
buat beberapa siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya. hari itu bersamaan dengan
penerimaan raport mid semester II ada pentas kreatifitas siswa yang terdiri
dari pertunjukan teater, karate, penampilan nasyid yang baru saja memenangkan
lomba, penampilan siswa-siswi ekstra hadrah, pildacil dan Qur’an dan banyak
lagi yang lainnya.
Label:
anak-anak,
Kesehatan,
lingkungan,
pendidikan,
urban farming
Senin, 17 April 2017
Belajar Tabah Dan Sabar Dari Arga Reva Syahruneeza
Seluruh rangkaian prosesi wisuda tahfidz 2 SD Luqman Al Hakim Surabaya sudah selesai. Satu demi satu para calon penghafal Qur'an ini turun dari panggung, untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Tapi ada salah satu anak yang tampak ragu-ragu ketika harus menuruni tangga. Ustad Syamsul Alam Jaga, Wakasek bidang kesiswaan yang mengenali anak laki-laki ini langsung tanggap situasi dan serta merta beranjak dari kursi untuk membimbingnya turun.
Anak itu adalah Arga Reva Syahruneeza, siswa kelas 6 yang Insyaallah sebentar lagi akan lulus sekolah. Dia kehilangan sekitar 80% kemampuan penghilatannya karena tumor otak yang pernah dideritanya. Secara fisik dia tampil normal seperti tanpa kesulitan dan tanpa butuh bantuan, tapi tentu saja kehilangan penglihatan sebanyak itu sangatlah mengganggu aktifitasnya.
Anak itu adalah Arga Reva Syahruneeza, siswa kelas 6 yang Insyaallah sebentar lagi akan lulus sekolah. Dia kehilangan sekitar 80% kemampuan penghilatannya karena tumor otak yang pernah dideritanya. Secara fisik dia tampil normal seperti tanpa kesulitan dan tanpa butuh bantuan, tapi tentu saja kehilangan penglihatan sebanyak itu sangatlah mengganggu aktifitasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




