Rabu, 14 Februari 2018
Perjuangan Paling Dramatis Mempertahankan Gelar Juara Umum IMBA 2018
Musibah Yang Jadi Berkah
Semua berawal dari pengumuman final OMITS, sebuah event kompetisi matematika paling sulit dan paling bergengsi se Indonesia. Dua kitten kami, Aldyto dan Fais yang semula bertengger di peringkat 2 semifinalis OMITS tiba-tiba terpental ke peringkat 15 ketika final diumumkan.
Bukan hanya sedih dan down, bahkan sampai hari ini rasanya kami masih tak percaya dengan kenyataan itu. Padahal kami sangat optimis mereka berdua akan berhasil masuk final. Tapi qadarullah, Allah memutuskan lain. Dan keputusan Allah pastilah yang terbaik.
Rabu, 17 Januari 2018
Jalan Terjal Dan Berliku Eying Meraih Medali Perak di Pentas ASMOPS 2017
“Selamat, Eying lolos ke Thailand.” Begitu bunyi
pesan Grup WA Anak-anak berbakat matematika SD Luqman Al Hakim Surabaya. Pesan
Ustad Imam Syafii, pembina matematika anak kedua kami itu langsung menghebohkan
grup. Ucapan selamat dan ungkapan kebahagiaan para orang tua murid membanjiri
grup ini. Sementara kami berdua hanya bisa duduk diam, tak tahu harus bereaksi
seperti apa.
Tentu saja kami bahagia demi dia. Menjadi salah satu
di antara 6 orang wakil Indonesia bidang IPA tentu sangat membanggakan. Dan dia menjadi satu-satunya muslimah diantara
20 peserta wakil Indonesia yang akan berlaga di Pattaya, Thailand. Membanggakan sekaligus membuat galau,
membayangkan kesulitan yang kini membentang di depan mata dan menuntut segera
diselesaikan.
Senin, 15 Januari 2018
Mengenal Lebih Dekat Pembina Olimpiade Matematika Kita, Imam Syafii S.Si
Dua tahun belakangan ini, prestasi para santri SD Luqman Al
Hakim Surabaya bisa dibilang mendadak moncer. Tiba-tiba saja namanya
mendominasi hampir setiap olimpiade.
Ustad Imam bersama Una dan Arafa, salah sedikit dari murid-muridnya yang cemerlang
Ini dimulai dengan JMSO (Jember Mathematic and Science Olympiad) 2016 dimana para santri memborong 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Bulan berikutnya di Olimpiade Matematika GMT Al Falah Surabaya kembali para Siswa Berbakat Matematika berhasil mendominasi kejuaraan dengan membawa pulang 11 medali dari 45 medali yang diperebutkan.
Ini dimulai dengan JMSO (Jember Mathematic and Science Olympiad) 2016 dimana para santri memborong 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Bulan berikutnya di Olimpiade Matematika GMT Al Falah Surabaya kembali para Siswa Berbakat Matematika berhasil mendominasi kejuaraan dengan membawa pulang 11 medali dari 45 medali yang diperebutkan.
Dan puncaknya pada bulan Februari
2017 mereka berhasil merebut piala bergilir di pentas IMBA Universitas Katolik
Widya Mandala Madiun.
Bulan-bulan berikutnya anak-anak berbakat matematika ini sukses membirukan panggung LMIPA-NR 2017 dengan mendominasi perolehan juara 1 bidang matematika. Dan puncaknya tentu saja dengan mendirimkan dua wakilnya, Aldyto dan Eying di OSP Jawa Timur dimana akhirnya Aldyto berhasil lolos ke tingkat nasional.
Minggu, 07 Januari 2018
Siti Fatimah, Single Mother Dengan Anak Penuh Prestasi
Kami bertemu untuk kedua kalinya di
mushola UNMUH Jember ketika mengantar anak-anak kami mengikuti JMSC (Jember
Mathematic And Science Competition).
Saat itu menjelang ISHOMA, dan hasil final akan diumumkan 1 jam lagi.
“Tahu nggak tadi aku kesininya
bagaimana? Nebeng Alphard Mamanya Zahra.
Hotelnya juga dibayarin sama dia.” katanya langsung. Masih agak terengah-engah karena memang punya
riwayat asma dan wajah basah oleh air
wudlu dia melanjutkan cerita, “Sik, aku tak sholat dulu ya, habis ini
dilanjut.” Kami berpisah untuk menunaikan sholat.
Minggu, 26 November 2017
Mendidik Anak Secara Berjamaah
"Bagaimana kabar para anak wedok, apa sudah pada bangun?" Sapa salah seorang wali murid di salah satu WAG kami. Pertanyaan itu bagi orang lain mungkin biasa saja, tapi bagi yang tahu beliau rasanya agak lucu juga karena kedua anaknya laki-laki semua. Pertanyaan itu diajukan setelah Ibu ini mengawal anak-anak berbakat SD Luqman Al Hakim Surabaya mengikuti Olimpiade Matematika Anak Bangsa di Universitas Katholik Widya Mandala Madiun.
Tapi kami yang merasa punya anak perempuan saling menyahut dengan gembira. "Aura baru saja bangun, Bu. Habis sholat subuh langsung tidur lagi."
"Sama, Safira juga baru bangun. Resa sama Tamam masuk sekolah?"
"Una malah belum bangun, rencana dibangunin dzuhur, biar dipuas-puasin tidurnya."
Tapi kami yang merasa punya anak perempuan saling menyahut dengan gembira. "Aura baru saja bangun, Bu. Habis sholat subuh langsung tidur lagi."
"Sama, Safira juga baru bangun. Resa sama Tamam masuk sekolah?"
"Una malah belum bangun, rencana dibangunin dzuhur, biar dipuas-puasin tidurnya."
Langganan:
Postingan (Atom)




